Friday, October 23, 2015

ANTI KORUPSI MEMBAWA NIKMAT

OLEH : RONNY MAHEZA

Nama ku Jhon murid SMP Negeri x kelas 8 di Kota Pontianak,sekolahku jauh dari rumah sekitar 5 kilometer aku menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah ,aku tinggal bersama kedua orang tua serta adik sekarang  kelas 4 SD,Ayah  bekerja sebagai tukang,kadang mendapat perkejaan kadang juga tidak, pernah Ayah  tidak mendapatkan pekerjaan selama 2 bulan,oleh karena itu Ayah selau menabung dan berhemat,jika hari libur sering aku membantu Ayah  bekerja.

Pada hari senin jam pelajaran ke 3 setelah istirahat pertama kami masuk ke pelajaran  Pendidikan Kewarganegaraan  yang di asuh oleh Pak Karim,beliau  guru yang menyenangkan walaupun tegas dan serius pak Karim pandai untuk bersenda gurau.

Setelah salam dan mengabsen kelas Pak Karim berkata “anak-anak  ada tambahan materi Bapak sudah buatkan modul  materi Anti Korupsi,modul Bapak titipkan ke satu orang saja selanjutnya kalian fotokopi untuk diperbanyaki , kira-kira siapa yang  mau membawa modulnya”,Teman-teman satu kelas saling berpandangan,lalu Anita yang duduk dibelakang berkata,”Pak Ketua kelas saja,kan biasa fotokopi modul”“maaf Pak saya sudah memegang modul IPS untuk di fotokopi nanti banyak-banyak malah runyam” jawab Andi ketua kelas kami,”yah sudah kalau begitu Jhon saja” usul Pak Karim,“ya Jhon saja Pak dia dapat dipercaya” timpal Andi,teman-teman mengangguk tanda setuju,”maaf Pak saya tidak berani nanti uang teman-teman terpakai untuk jajan”,aku menolak tawaran itu,”Bapak perhatikan selama ini kamu memiliki sikap anti korupsi dan bertanggung jawab,dikelas 7 tugas-tugas yang bapak berikan selalu dikerjakan dengan baik” kata pak Karim,”kami akan mendukung Jhon”kata Gani sambil tersenyum,Gani merupakan teman  dekat,rumah nya  satu gang kami biasa pergi ke Sekolah bersama-sama.

Gimana ya kalau sudah begini tidak bisa berkelit lagi kataku dalam hati ,”baiklah pak kalau teman-teman percaya biar saya yang mengfotokopinya” ,akhirnya aku setuju.”modul bapak serahkan kepada Jhon bagi yang ingin fotokopi  titipkan uang pada Jhon, jumlah halaman 50 lembar jika fotokopi 1 lembar sama dengan Rp 200 totalnya Rp 10.000” jelas pak karim,”bapak harapkan minggu depan semua sudah ada modul,selanjutnya buka halaman 107 kita akan mempelajari materi pemilu” Pak Karim mulai membahas materi.

Pada saat istirahat ke-2 aku tidak ke kantin karena aku tidak punya uang bekal,teman-teman mengelilingiku,”Jhon kapan kamu akan fotokopi kata Gani” ,”terakhir ngumpulkan uang hari sabtu”  jawabku,”hari jumat  saja jika ada yang lupa kan masih bisa hari sabtu nyerahkan uang”  saran  Anita,benar Jhon sahut Gani,”ok lah hari jumat terakhir”, Anita tolong tuliskan pemgumumam di papan tulis pintaku.

Sekarang hari sabtu tidak terasa waktu berlalu,hari ini ada dua orang yang baru menitipkan uang untuk fotokopi,kelas kami berjumlah 32 murid,aku tidak mengfotokopi,karena Pak Karim memberikan modul kepada koodinator fotokopi, total uang yang ada padaku sebanyak Rp 310.000,jumlah itu sangat banyak  kalau hilang aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikan.

Biasanya aku pulang bareng Gani tapi karena hari ini dia ada remedial pelajaran matematika maka aku pulang sendiri.Sudah dua kilometer aku mengengkol sepeda peluh membasahi tubuh,leher terasa kering ingin aku beli es tebu,tapi uang ku sudah habis yang ada hanya uang teman-teman untuk mengfotokopi modul,aku biasa seperti ini letih dan haus ,aku harus bersabar semua ada hikmahnya .

Tiba-tiba dari belakang  motor melaju dengan cepat dan menyenggol sepeda , bruuuuaaakk,”ya...tuhan ampun”,aku tepelanting bersama sepeda , tidak ada orang disekitar hanya ada lapangan yang penuh dengan semak-semak dan tanaman liar , yang aku rasakan pertama kali rasa sakit di lutut dan siku tangan setelah di periksa ada lecet-lecet walau tidak besar tapi mengeluarkan darah dan terasa perih, karena tidak ada kapas atau perban aku menggunakan jaket untuk mengelap luka agar darah tidak mengalir,wah bagaimana dengan sepeda mudah-mudahan tidak rusak aku lalu mengecek sepeda,waduh velg  bannya bengkok bagaimana ini ya, sabar-sabar namanya juga cobaan kataku dalam hati.

Karena sepedanya rusak  akupun menyeret sepeda,kira-kira dua ratus meter  ada bengkel sepeda aku ingin membetulkan sepeda tapi uang yang ada hanya uang teman-teman,kalau aku pakai belum tentu aku dapat membayarnya apalagi Ayah  satu bulan ini  belum ada pekerjaan,akhirnya kuputuskan untuk berjalan menyeret sepeda,tidak berapa lama ada mobil innova putih menghampiri dan stop tidak jauh dariku,pintu mobilnya terbuka kemudian seorang Bapak-Bapak keluar setelah kuperhatikan ternyata Pak Budi tetanggaku rumahnya satu gang,dia merupakan orang kaya yang mempunyai rumah dua tingkat,satu tahun lalu Ayah pernah membuat kolam ikan di rumah Pak Budi dan karena waktu itu lIbur kenaikan kelas aku sering kesana membantu Ayah .

“Jhon kenapa sepedamu” sapa Pak Budi,”sepeda nya rusak Pak tadi di senggol motor”kata jhon dengan wajah lesu,”Kamu tidak apa-apa Jhon” tanya pak budi cemas,”hanya lecet-lecet saja Pak jawabku”,”di depan ada bengkel sepeda bawa saja disana”sambil melihat arah bengkel,aku merasa tidak enak Pak Budi begitu baik aku jadi menyusahkannya,”tidak usah Pak nanti merepotkan bapak kata ku”,”tidak apa-apa Jhon kata Pak Budi sambil senyum” baiklah Bapak tunggu dibengkel ya,Pak Budi kemudian menjalankan mobil dan pergi kebengkel di depan.

Kemudian aku sampai di bengkel disana Pak Budi sudah menunggu,”sini Jhon bawa sepeda nya” kata Pak Budi,”sepeda ini rusak kira-kira bisa diperbaiki ?” tanya Pak Budi sama tukang servis ,”saya periksa  dulu ” kata tukang servis,”bisa Pak tapi Velg nya rusak berat perlu diganti kemudian ban ya juga perlu diganti satu set”kata tukang servis sambil memeriksa sepeda, “kira-kira berapa biaya semuanya tanya Pak Budi”,total nya Rp.150.000” jawab tukang servis ,wah  mahal banget pikirku aku tak mampu membayarnya pikirku ,”nanti aja Pak betulkannya” kataku kepada Pak Budi,”tidak apa-apa Jhon kebetulan bapak ada rejeki”kata pak budi sambil terseyum,servis aja semuanya  kata Pak Budi kepada tukang servis,”Jhon sambil menunggu kita kewarung sebelah sambil minum es kata Pak Budi mengajak”,aku kemudian  mengikuti Pak Budi .

Di warung itu selain menjual minuman ada juga menjual sate,”pesan apa Jhon” tanya Pak Budi,”tidak usah pak kataku malu”,”ah ngak usah malu-malu Jhon”kata pak budi sambil menoleh kebibi warung,”pesan es teh dua dan sate dua porsi” kata pak budi pada bibi warung,”maaf pak merepotkan bapak” Jhon merasa tidak enak,”tidak apa-apa kamukan dulu pernah bantu Bapak bikin kolam ikan”,”oh ya Jhon Ayah mu lagi sibuk ?” tanya Pak Budi,”tidak Pak sekarang masih belum ada job”, “adik Bapak lagi cari tukang untuk merehap rumah nanti tanyakan Ayah mu bisa tidak” , “iya Pak , Jhon akan tanya Ayah”.

Pesanan kami datang ,sambil meyantap hidangan aku merenungi apa yang terjadi , tadi aku kecelakaan jika aku aku menggunakan uang fotokopi teman-taman, mungkin tidak akan ketemu sama Pak Budi,mungkin ini berkah rezeki karena aku jujur,kemudian setelah selesai makan,sepeda ku pun sudah diperbaiki,”terima kasih banyak Pak kataku” penuh haru,”iya jangan lupa sampaikan pesan bapak dan nanti telpon bapak”,”iya pak”, kemudian kami pulang.

Sesampai nya kerumah aku meceritakan semua kejadian kepada Ayah  dan Ibu ,”Syukurlah kamu tidak apa-apa Jhon” kata Ibu  khawatir,”baiklah Ayah  segera menelpon Pak Budi”,setelah menelpon dengan wajah cerah Ayah  berkata “mulai besok Ayah  merehap rumah Adik Pak Budi”,”syukurlah sekarang Ayah  sudah bekerja lagi kata Ibu”.Dari kejadian ini aku dapat menyimpulkan bahwa Jujur dan amanah merupakan bagian dari sikap anti korupsi jika kita menjalankannya maka hasilnya akan membawa nikmat .