OLEH : RONNY MAHEZA
Nama ku Jhon murid SMP Negeri x kelas 8 di Kota Pontianak,sekolahku
jauh dari rumah sekitar 5 kilometer aku menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah
,aku tinggal bersama kedua orang tua serta adik sekarang kelas 4 SD,Ayah bekerja sebagai tukang,kadang mendapat
perkejaan kadang juga tidak, pernah Ayah tidak mendapatkan pekerjaan selama 2 bulan,oleh
karena itu Ayah selau menabung dan
berhemat,jika hari libur sering aku membantu Ayah bekerja.
Pada hari senin jam pelajaran ke 3 setelah istirahat
pertama kami masuk ke pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang
di asuh oleh Pak Karim,beliau guru yang
menyenangkan walaupun tegas dan serius pak Karim pandai untuk bersenda gurau.
Setelah salam dan mengabsen kelas Pak Karim berkata “anak-anak ada tambahan materi Bapak sudah buatkan modul
materi Anti Korupsi,modul Bapak titipkan
ke satu orang saja selanjutnya kalian fotokopi untuk diperbanyaki , kira-kira
siapa yang mau membawa modulnya”,Teman-teman satu kelas saling berpandangan,lalu Anita
yang duduk dibelakang berkata,”Pak Ketua kelas saja,kan biasa fotokopi modul”“maaf Pak saya sudah memegang modul IPS untuk di fotokopi
nanti banyak-banyak malah runyam” jawab Andi ketua kelas kami,”yah sudah kalau
begitu Jhon saja” usul Pak Karim,“ya Jhon saja Pak dia dapat dipercaya” timpal
Andi,teman-teman mengangguk tanda setuju,”maaf Pak saya tidak berani nanti uang
teman-teman terpakai untuk jajan”,aku menolak tawaran itu,”Bapak perhatikan selama ini kamu memiliki sikap anti
korupsi dan bertanggung jawab,dikelas 7 tugas-tugas yang bapak berikan selalu
dikerjakan dengan baik” kata pak Karim,”kami akan mendukung Jhon”kata Gani
sambil tersenyum,Gani merupakan teman
dekat,rumah nya satu gang kami
biasa pergi ke Sekolah bersama-sama.
Gimana ya kalau sudah begini tidak bisa berkelit lagi
kataku dalam hati ,”baiklah pak kalau teman-teman percaya biar saya yang
mengfotokopinya” ,akhirnya aku setuju.”modul bapak serahkan kepada Jhon bagi
yang ingin fotokopi titipkan uang pada Jhon,
jumlah halaman 50 lembar jika fotokopi 1 lembar sama dengan Rp 200 totalnya Rp
10.000” jelas pak karim,”bapak harapkan minggu depan semua sudah ada modul,selanjutnya
buka halaman 107 kita akan mempelajari materi pemilu” Pak Karim mulai membahas
materi.
Pada saat istirahat ke-2 aku tidak ke kantin karena aku
tidak punya uang bekal,teman-teman mengelilingiku,”Jhon kapan kamu akan
fotokopi kata Gani” ,”terakhir ngumpulkan uang hari sabtu” jawabku,”hari jumat saja jika ada yang lupa kan masih bisa hari sabtu
nyerahkan uang” saran Anita,benar Jhon sahut Gani,”ok lah hari
jumat terakhir”, Anita tolong tuliskan pemgumumam di papan tulis pintaku.
Sekarang hari sabtu tidak terasa waktu berlalu,hari ini ada
dua orang yang baru menitipkan uang untuk fotokopi,kelas kami berjumlah 32
murid,aku tidak mengfotokopi,karena Pak Karim memberikan modul kepada
koodinator fotokopi, total uang yang ada padaku sebanyak Rp 310.000,jumlah itu
sangat banyak kalau hilang aku tidak
tahu bagaimana cara mengembalikan.
Biasanya aku pulang bareng Gani tapi karena hari ini dia
ada remedial pelajaran matematika maka aku pulang sendiri.Sudah dua kilometer
aku mengengkol sepeda peluh membasahi tubuh,leher terasa kering ingin aku beli
es tebu,tapi uang ku sudah habis yang ada hanya uang teman-teman untuk
mengfotokopi modul,aku biasa seperti ini letih dan haus ,aku harus bersabar
semua ada hikmahnya .
Tiba-tiba dari belakang
motor melaju dengan cepat dan menyenggol sepeda , bruuuuaaakk,”ya...tuhan
ampun”,aku tepelanting bersama sepeda , tidak ada orang disekitar hanya ada
lapangan yang penuh dengan semak-semak dan tanaman liar , yang aku rasakan
pertama kali rasa sakit di lutut dan siku tangan setelah di periksa ada lecet-lecet
walau tidak besar tapi mengeluarkan darah dan terasa perih, karena tidak ada
kapas atau perban aku menggunakan jaket untuk mengelap luka agar darah tidak
mengalir,wah bagaimana dengan sepeda mudah-mudahan tidak rusak aku lalu
mengecek sepeda,waduh velg bannya
bengkok bagaimana ini ya, sabar-sabar namanya juga cobaan kataku dalam hati.
Karena sepedanya rusak
akupun menyeret sepeda,kira-kira dua ratus meter ada bengkel sepeda aku ingin membetulkan
sepeda tapi uang yang ada hanya uang teman-teman,kalau aku pakai belum tentu
aku dapat membayarnya apalagi Ayah satu
bulan ini belum ada pekerjaan,akhirnya
kuputuskan untuk berjalan menyeret sepeda,tidak berapa lama ada mobil innova
putih menghampiri dan stop tidak jauh dariku,pintu mobilnya terbuka kemudian
seorang Bapak-Bapak keluar setelah kuperhatikan ternyata Pak Budi tetanggaku
rumahnya satu gang,dia merupakan orang kaya yang mempunyai rumah dua
tingkat,satu tahun lalu Ayah pernah membuat kolam ikan di rumah Pak Budi dan
karena waktu itu lIbur kenaikan kelas aku sering kesana membantu Ayah .
“Jhon kenapa sepedamu” sapa Pak Budi,”sepeda nya rusak Pak
tadi di senggol motor”kata jhon dengan wajah lesu,”Kamu tidak apa-apa Jhon” tanya
pak budi cemas,”hanya lecet-lecet saja Pak jawabku”,”di depan ada bengkel
sepeda bawa saja disana”sambil melihat arah bengkel,aku merasa tidak enak Pak Budi
begitu baik aku jadi menyusahkannya,”tidak usah Pak nanti merepotkan bapak kata
ku”,”tidak apa-apa Jhon kata Pak Budi sambil senyum” baiklah Bapak tunggu
dibengkel ya,Pak Budi kemudian menjalankan mobil dan pergi kebengkel di depan.
Kemudian aku sampai di bengkel disana Pak Budi sudah
menunggu,”sini Jhon bawa sepeda nya” kata Pak Budi,”sepeda ini rusak kira-kira
bisa diperbaiki ?” tanya Pak Budi sama tukang servis ,”saya periksa dulu ” kata tukang servis,”bisa Pak tapi Velg
nya rusak berat perlu diganti kemudian ban ya juga perlu diganti satu set”kata
tukang servis sambil memeriksa sepeda, “kira-kira berapa biaya semuanya tanya
Pak Budi”,total nya Rp.150.000” jawab tukang servis ,wah mahal banget pikirku aku tak mampu membayarnya
pikirku ,”nanti aja Pak betulkannya” kataku kepada Pak Budi,”tidak apa-apa Jhon
kebetulan bapak ada rejeki”kata pak budi sambil terseyum,servis aja
semuanya kata Pak Budi kepada tukang
servis,”Jhon sambil menunggu kita kewarung sebelah sambil minum es kata Pak Budi
mengajak”,aku kemudian mengikuti Pak Budi
.
Di warung itu selain menjual minuman ada juga menjual
sate,”pesan apa Jhon” tanya Pak Budi,”tidak usah pak kataku malu”,”ah ngak usah
malu-malu Jhon”kata pak budi sambil menoleh kebibi warung,”pesan es teh dua dan
sate dua porsi” kata pak budi pada bibi warung,”maaf pak merepotkan bapak” Jhon
merasa tidak enak,”tidak apa-apa kamukan dulu pernah bantu Bapak bikin kolam
ikan”,”oh ya Jhon Ayah mu lagi sibuk ?” tanya Pak Budi,”tidak Pak sekarang
masih belum ada job”, “adik Bapak lagi cari tukang untuk merehap rumah nanti
tanyakan Ayah mu bisa tidak” , “iya Pak , Jhon akan tanya Ayah”.
Pesanan kami datang ,sambil meyantap hidangan aku
merenungi apa yang terjadi , tadi aku kecelakaan jika aku aku menggunakan uang
fotokopi teman-taman, mungkin tidak akan ketemu sama Pak Budi,mungkin ini
berkah rezeki karena aku jujur,kemudian setelah selesai makan,sepeda ku pun
sudah diperbaiki,”terima kasih banyak Pak kataku” penuh haru,”iya jangan lupa
sampaikan pesan bapak dan nanti telpon bapak”,”iya pak”, kemudian kami pulang.
Sesampai nya kerumah aku meceritakan semua kejadian
kepada Ayah dan Ibu ,”Syukurlah kamu
tidak apa-apa Jhon” kata Ibu khawatir,”baiklah
Ayah segera menelpon Pak Budi”,setelah
menelpon dengan wajah cerah Ayah berkata
“mulai besok Ayah merehap rumah Adik Pak
Budi”,”syukurlah sekarang Ayah sudah
bekerja lagi kata Ibu”.Dari kejadian ini aku dapat menyimpulkan bahwa Jujur dan
amanah merupakan bagian dari sikap anti korupsi jika kita menjalankannya maka
hasilnya akan membawa nikmat .